News Today
Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Fakta-fakta Ablasio Retina, Kondisi yang Bikin Mata Kanan Dewi Yull Tak Bisa Melihat

img

Kesehatan.web.id Mudah-mudahan harimu cerah dan indah. Pada Detik Ini aku ingin berbagi informasi menarik mengenai Artikel Kesehatan, Tips Kesehatan. Artikel Yang Menjelaskan Artikel Kesehatan, Tips Kesehatan Faktafakta Ablasio Retina Kondisi yang Bikin Mata Kanan Dewi Yull Tak Bisa Melihat lanjutkan membaca untuk wawasan menyeluruh.

Ablasio retina, atau pelepasan retina, adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Dr. Elvioza, seorang spesialis mata, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi ketika lapisan tipis jaringan di bagian belakang mata, yang disebut retina, terlepas dari posisi normalnya. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan jika tidak segera ditangani.

Menurut Dr. Elvioza, risiko ablasio retina meningkat seiring bertambahnya usia. Retina yang sudah tipis akan semakin menipis seiring waktu, membuatnya lebih rentan terhadap robekan dan pelepasan. Beliau menjelaskan, Dengan bertambahnya usia, retina yang sudah tipis ini akan semakin tipis. Karena semakin bertambahnya usia, retina semakin rapuh.

Gejala Ablasio Retina

Dr. Elvioza menjelaskan bahwa salah satu gejala awal ablasio retina adalah munculnya kilatan cahaya atau sinar. Gejala ini sering diikuti oleh munculnya floaters, yaitu bintik-bintik atau bayangan yang tampak melayang-layang di penglihatan. Gejala awalnya biasanya melihat flash, kilatan-kilatan sinar, kemudian diikuti floater yang terbang seperti nyamuk atau sarang laba-laba, jelasnya.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata. Penanganan dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah hilangnya penglihatan.

Faktor Risiko Ablasio Retina

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ablasio retina. Salah satu faktor yang paling umum adalah miopia atau rabun jauh, terutama miopia dengan derajat tinggi (di atas minus lima). Dr. Elvioza menjelaskan, Jadi, biasanya ablasio retina terjadi pada orang-orang tua yang usia tua di atas 50 tahun.

Selain itu, riwayat keluarga dengan ablasio retina juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Meskipun sulit untuk mendeteksi ablasio retina secara genetik, Dr. Elvioza menyarankan untuk memperhatikan riwayat keluarga. Tapi, kalau kita memeriksa genetiknya langsung itu agak sulit pemeriksaannya. Tidak ada apa-apa, karena gen yang kita periksakan agak sulit. Jadi, kita lihat saja garis keturunannya, itu gampang, tambahnya.

Faktor risiko lainnya termasuk:

  • Usia lanjut
  • Riwayat operasi mata sebelumnya
  • Trauma pada mata
  • Penyakit mata tertentu, seperti retinopati diabetik

Penanganan Ablasio Retina

Satu-satunya cara untuk mengatasi ablasio retina adalah dengan tindakan operasi. Tujuan dari operasi ini adalah untuk mengembalikan retina ke posisi normalnya dan menempelkannya kembali ke lapisan pembuluh darah yang menyediakan oksigen dan nutrisi. Dr. Elvioza menekankan pentingnya menjalani operasi di rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi retina yang baik dan dilakukan oleh dokter mata dengan kualifikasi subspesialis retina. (Operasi) harus dilakukan oleh dokter mata dengan kualifikasi subspesialis retina, tegas Dr. Elvioza.

Tindakan operasi ini bertujuan untuk mengembalikan retina yang terlepas ke posisinya. Jadi, ditempelkan kembali dengan cara ini. Ya dia (retina) bisa tumbuh lagi, bisa berfungsi lagi, pungkasnya.

Pentingnya Penanganan Dini

Dr. Elvioza menekankan bahwa ablasio retina adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera. Ablasio retina dikategorikan sebagai penyakit emergency atau harus segera mendapat pertolongan. Sebab, penyakit ini sangat berhubungan dengan waktu, ujarnya.

Semakin cepat ablasio retina ditangani, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan pemulihan penglihatan. Jika Anda mengalami gejala-gejala ablasio retina, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.

Pencegahan Ablasio Retina

Meskipun tidak semua kasus ablasio retina dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko Anda:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti miopia tinggi atau riwayat keluarga dengan ablasio retina.
  • Lindungi mata Anda dari cedera dengan menggunakan kacamata pelindung saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berisiko tinggi.
  • Kendalikan kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko ablasio retina, seperti diabetes.

Kasus Ablasio Retina pada Mata Sebelah

Dr. Elvioza juga mengingatkan bahwa orang yang pernah mengalami ablasio retina pada satu mata memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama pada mata sebelahnya. Dia mempunyai risiko seperti mata sebelahnya sekitar 20 atau 30 persen. Jadi, masih kita harus berhati-hati kalau ablasio retina ini bisa kena mata sebelahnya, jelasnya.

Oleh karena itu, penting bagi orang yang pernah mengalami ablasio retina untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan pada mata sebelahnya.

Kesimpulan

Ablasio retina adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan jika tidak segera ditangani. Jika Anda mengalami gejala-gejala ablasio retina, seperti kilatan cahaya, floaters, atau penglihatan kabur, segera berkonsultasi dengan dokter mata. Penanganan dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan mencegah hilangnya penglihatan.

Dr. Elvioza berpesan jika mempunyai genetik atau riwayat ablasio retina dan mulai mengalami gejala-gejala awal, harus segera dicek ke ahlinya.

Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan dr. Elvioza, SpM(K) pada tanggal 6 Juli 2025.

Terima kasih atas kesabaran Anda membaca faktafakta ablasio retina kondisi yang bikin mata kanan dewi yull tak bisa melihat dalam artikel kesehatan, tips kesehatan ini hingga selesai Mudah-mudahan tulisan ini membuka cakrawala berpikir Anda Jaga semangat dan kesehatan selalu. Mari berikan manfaat dengan membagikan ini. Terima kasih atas kunjungannya

© Copyright 2025 Kesehatan.Web.ID - Tips Hidup Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.