News Today
Hari
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

1 Orang RI Tanggung Biaya Hidup 10-11 Orang, 'Sandwich Generation' Makin Banyak?

img

Kesehatan.web.id Assalamualaikum semoga hidupmu penuh canda tawa. Detik Ini saya mau menjelaskan berbagai aspek dari Artikel Kesehatan, Tips Kesehatan. Artikel Mengenai Artikel Kesehatan, Tips Kesehatan 1 Orang RI Tanggung Biaya Hidup 1011 Orang Sandwich Generation Makin Banyak Ikuti pembahasan ini hingga kalimat terakhir.

Jakarta, 26 Juli 2025 - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemen PPK) sekaligus Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Budi Setiyono, mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai beban finansial yang kian menghimpit masyarakat Indonesia. Dalam diskusi bersama media pada hari Jumat, 25 Juli 2025, beliau menyoroti fenomena sandwich generation yang semakin meluas dan dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga.

Budi Setiyono menjelaskan bahwa urbanisasi telah mengubah lanskap kehidupan masyarakat, terutama dalam hal akses terhadap sumber daya pangan. Dahulu, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bahan makanan melalui kegiatan berkebun atau menanam sayuran di pekarangan rumah. Namun, kini, dengan semakin padatnya perkotaan, kesempatan tersebut nyaris hilang. Akibatnya, kebutuhan pangan sepenuhnya bergantung pada penghasilan.

“Meskipun gaji seseorang terbilang tinggi, jika ia harus menanggung kebutuhan hidup 10 hingga 11 orang dalam satu keluarga, tentu saja penghasilan tersebut tidak akan mencukupi selama 30 hari,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Fenomena sandwich generation, di mana seseorang harus membiayai hidupnya sendiri, keluarganya, serta orang tuanya, menjadi semakin umum. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa sekitar 70% usia produktif di Indonesia harus menanggung biaya hidup lebih dari 10 orang non-produktif. Kondisi ini tentu saja menghambat kemajuan ekonomi dan kesejahteraan individu maupun keluarga.

Budi Setiyono menambahkan, “Jika kondisinya sudah seperti sekarang, dengan urbanisasi yang masif, untuk sekadar makan saja harus bergantung pada penghasilan. Jika tidak memiliki penghasilan, dari mana mereka akan mendapatkan makanan? Tentu saja mereka akan meminta bantuan dari anak-anaknya.”

Tren ini semakin mengkhawatirkan karena dibarengi dengan kenyataan bahwa 95% lansia di Indonesia tidak memiliki jaminan hari tua. Hal ini berarti bahwa mereka sepenuhnya bergantung pada anak-anak mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Budi Setiyono bahkan merinci bahwa jumlah penduduk yang benar-benar produktif dan aktif membayar pajak (melalui Surat Pemberitahuan Tahunan/SPT) hanya berkisar antara 13 hingga 15 juta orang pada tahun 2025.

Beban finansial yang berat ini terus menurun ke generasi selanjutnya, menciptakan lingkaran setan kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi. Orang tua yang tidak memiliki pegangan di usia senja menjadi beban tambahan bagi anak-anak mereka, yang pada gilirannya juga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri.

“Tentu saja, anak-anak ini harus pontang-panting untuk membiayai hidup mereka sendiri dan juga biaya hidup orang tua mereka,” jelas Budi Setiyono.

Menanggapi situasi ini, Budi Setiyono menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk memiliki mekanisme yang jelas dan efektif dalam mengoptimalkan bonus demografi. Bonus demografi, yaitu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada jumlah penduduk usia non-produktif, merupakan peluang emas bagi suatu bangsa untuk mencapai kemajuan ekonomi yang signifikan.

“Sebab, jika tidak, barangkali momentum emas yang sangat jarang terjadi dalam perjalanan suatu bangsa seperti bonus demografi itu akan berlalu begitu saja, tanpa kita manfaatkan momen tersebut,” pungkasnya.

Untuk mengatasi masalah sandwich generation dan memaksimalkan potensi bonus demografi, Budi Setiyono mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Investasi dalam pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
  • Penciptaan Lapangan Kerja yang Layak: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menciptakan lapangan kerja yang memberikan upah yang layak dan jaminan sosial.
  • Penguatan Program Jaminan Sosial: Memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas program jaminan sosial, termasuk jaminan pensiun, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan.
  • Pemberdayaan Ekonomi Keluarga: Memberikan dukungan kepada keluarga untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui program-program kewirausahaan, pelatihan keuangan, dan akses terhadap modal usaha.
  • Peningkatan Kesadaran dan Perencanaan Keuangan: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan yang matang, termasuk menabung untuk masa depan dan mempersiapkan dana pensiun.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara komprehensif dan berkelanjutan, Indonesia diharapkan dapat mengatasi tantangan sandwich generation, memaksimalkan potensi bonus demografi, dan mencapai kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Berikut adalah tabel yang menggambarkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah urbanisasi:

AspekSebelum UrbanisasiSesudah Urbanisasi
Akses PanganMudah, melalui berkebun dan menanam sayuranSulit, bergantung pada penghasilan
Beban FinansialRelatif ringanBerat, banyak yang menjadi sandwich generation
Jaminan Hari TuaSebagian besar memiliki (melalui lahan pertanian atau aset lainnya)Sebagian besar tidak memiliki
Ketergantungan pada AnakRelatif rendahTinggi

Berdasarkan data dan analisis yang disampaikan oleh Budi Setiyono, jelas bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius dalam hal beban finansial keluarga dan pemanfaatan bonus demografi. Diperlukan tindakan nyata dan terkoordinasi dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk mengatasi masalah ini dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Sekian ulasan tentang 1 orang ri tanggung biaya hidup 1011 orang sandwich generation makin banyak yang saya sampaikan melalui artikel kesehatan, tips kesehatan Saya berharap artikel ini menambah wawasan Anda selalu berinovasi dan jaga keseimbangan hidup. sebarkan ke teman-temanmu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya

© Copyright 2025 Kesehatan.Web.ID - Tips Hidup Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh All rights reserved
Added Successfully

Type above and press Enter to search.